6 Jenis Ikan Lele Konsumsi Di Indonesia

Jenis Ikan Lele Konsumsi Di Indonesia

Socialgoodpodcast – Ada banyak sekali jenis-jenis ikan lele yang ada di Indonesia. Sayangnya, tidak semua jenis ikan lele data dikonsumsi lho, Sob! Dari sekian banyak jenis ikan lele, hanya ada 6 jenis saja yang bisa dikonsumsi. Selainnya, hanya bisa dijadikan sebagai ikan hias saja.

Teruntuk kamu yang baru belajar budidaya ikan lele, kamu harus tahu dulu nih jenis-jenis ikan lele yang bisa kamu budidayakan untuk ikan konsumsi. Selain kamu jadi tahu apa saja jenisnya, kamu juga bisa memilih salah satu di antara jenis ikan lele tersebut yang paling menguntungkan untuk dibudidayakan.

Dan paling penting lagi, kamu bisa menyesuaikan kondisi lingkungan kamu dengan ikan lele yang akan kamu budidayakan. Sebab, tidak semua jenis lele sanggup hidup di lingkungan yang ekstrim seperti cuaca yang terlalu dingin.

Jenis Ikan Lele Konsumsi

1. Ikan Lele Lokal/Lele Jawa (Clarias batrachus)

Jenis ikan lele yang pertama adalah ikan lele lokal atau yang biasa dikenal dengan sebutan lele Jawa. Lele ini merupakan lele asli dari perairan Indonesia. Pada mulanya, banyak peternak lele di Indonesia yang membudidayakan lele jenis ini. Sayangnya, itu tidak bertahan lama.

Pamor lele Jawa lambat laun terkalahkan dengan jenis yang baru yaitu lele dumbo. Banyak sekali kekurangan yang dimiliki oleh lele lokal jika dibandingkan dengan lele Dumbo, yaitu:

  • Lele lokal pertumbuhannya sangat lama
  • Untuk menghasilkan lele dengan berat 500 gr dibutuhkan waktu pemeliharaan selama 1 tahun
  • FCR (Food Conventional Ratio) pada lele lokal cukup tinggi karena pertumbuhannya lama, jadi membutuhkan makanan yang banyak pula
  • Memiliki patil yang beracun. Jika manusia terkena racunnya akan mengalami bengkak dan demam ikan lele lokal dapat berpindah tempat sekalipun di daratan untuk mencari tempat yang lebih banyak airnya

Ikan lele sendiri terbagi menjadi 3 jenis, yaitu hitam, putih, dan merah. Lele yang berwarna hitam adalah lele untuk dikonsumsi. Sedangkan lele berwarna putih dan merah hanya dijadikan sebagai lele hias saja.

2. Ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus)

Ikan lele dumbo merupakan hasil persilangan dari lele betina Taiwan (Clarias fuscus) dan lele jantan dari Afrika (Clarias gariepinus). Dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1985. Ikan lele dumbo memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan lele lokal, seperti:

  • Ukuran tubuh yang lebih besar
  • Masa panen yang lebih cepat
  • FCR tidak setinggi lele lokal
  • Memiliki patil yang tidak beracun
  • Lebih agresif
  • Produksi telur lebih banyak daripada lele lokal
  • Cocok dibudidayakan di kolam tanah karena lele dumbo tidak memiliki kebiasaan membuat lubang tanah

Itulah sebabnya banyak peternak lele yang beralih ke lele dumbo. Sayangnya, daging lele dumbo lebih lembek dari lele lokal dan teksturnya juga lebih lembek.

Cara membedakan lele dumbo adalah adanya warna putih pada bagian perutnya. Selain itu, warna kulitnya keunguan atau kemerahan dengan bintik-bintik besar.

Baca juga: Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

3. Ikan Lele Sangkuriang

Jenis ini diresmikan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan pada tahun 2004. Sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) di Sukabumi pada tahun 2002.

Lele sangkuriang adalah hasil persilangan balik antara betina F2 dan pejantan F6 yang masih satu indukan. Itulah sebabnya lele ini dinamakan Sangkuriang. Seperti legenda Sangkuriang yang menikahi ibunya sendiri.

Hal ini dilakukan karena penurunan kualitas lele dumbo karena pembenihan dilakukan terus menerus. Hingga pada akhirnya muncullah ide persilangan balik ini. Dari persilangan ini, menghasilnya bibit lele unggulan yang memiliki karakteristik:

  • Telur mencapai 40 – 60 ribu telur dalam sekali pemijahan. Lebih banyak dibandingkan dengan lele lokal yang hanya menghasilkan 1 – 4 ribu telur saja
  • Daya tahan lele sangkuriang terhadap penyakit lebih kuat, dan
  • Citarasa daging yang lezat

4. Ikan Lele Phyton

Lele phyton ditemukan di Pandeglang, Banten. Jenis ini hasil persilangan antara indukan betina Thailand F2 dengan lele dumbo F6. Seperti namanya, lele phyton memiliki bentuk yang mirip dengan ular phyton.

Kemunculan lele phyton karena adanya permasalahan tingkat kematian lele dumbo yang begitu tinggi di Pandeglang, Banten. Penyebabnya adalah cuaca yang ekstrim, yaitu 17 derajat saat malam hari. Setelah melakukan percobaaan selama 2 tahun, lahirlah bibit baru lele phyton.

Lele phyton memiliki daya tahan tubuh mencapai 90%, gerakannya sangat lincah jika dibandingkan dengan lele dumbo. Kemudian, tekstur dagingnya menyerupai lele lokal yang tidak lembek. Karena keunggulan-keunggulan inilah akhirnya lele phyton dihargai oleh Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten.

Baca juga: Fakta unik kelinci

5. Ikan Lele Mutiara

Penelitian ikan lele mutiara sudah dilakukan selama 4 tahun sejak tahun 2010 hingga 2014. Ikan lele mutiara merupakan hasil persilangan antara lele dumbo, sangkuriang, phyton, dan lele mesir. Dari persilangan ini menghasilkan ikan lele mutiara yang berkualitas.

Tingkat PCRnya rendah, sekitar 0,8 – 1,1. Dalam waktu kurang dari 3 bulan, lele mutiara sudah siap panen. Tiap kilonya berisi 6 hingga 9 ekor lele. Daya tahan tubuh ikan lele mutiara juga sangat kuat karena tahan terhadap penyakit. Maka dari itu, ikan lele ini dinamakan mutiara yang berarti Mutu Tinggi Tiada Tara.

6. Ikan Lele Masamo

Terakhir, jenis ikan lele konsumsi adalah ikan lele masamo. Sangat mudah membedakan ikan lele masamo dengan ikan lele pada umumnya. Karena ikan lele masamo memiliki tonjolan pada bagian kepalanya. Jika sudah dewasa, tonjolan akan semakin terlihat.

Lele masamo juga terbilang rakus, akan tetapi tetap efisien dalam menghasilkan bobot daging. Selain itu, masamo tidaklah kanibal seperti lele-lele lainnya.

Jika diurutkan dari jenis lele yang paling unggul, lele masamo lebih unggul dibandingkan dengan yang lainnya. Kemudian posisi kedua ada lele mutiara, kemudian lele sangkuriang, lele phyton, dan yang terakhir adalah lele lokal.

Nah, itu dia 6 jenis ikan lele konsumsi di Indonesia. Setelah melihat penjabaran di atas, kira-kira kamu lebih suka yang mana, Sob? Ingin belajar budidaya lebih mudah? Yuk belajar bersama kampus budidaya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *