Fakta Tentang MLM

Fakta Tentang MLM

Socialgoodpodcast – Di Indonesia istilah MLM memang cukup sering terdengar. Faktanya, banyak orang telah bergabung, atau setidaknya “memiliki, prospek” untuk memasuki bentuk bisnis ini, yang mengklaim bahwa anggotanya akan cepat kaya. Banyak anggotanya mengklaim bahwa MLM yang mereka ikuti adalah perdagangan aktual dalam produk yang mereka jual. Namun mereka yang bukan anggota MLM akan menganggap bisnis ini tidak berbeda dengan skema piramida.

Berikut adalah beberapa fakta yang kurang diketahui tentang MLM.

1. Area abu-abu antara MLM dan skema piramida

Skema piramida adalah model bisnis yang hanya bergantung pada perekrutan anggota tambahan untuk tujuan pendapatan. Orang di puncak menerima distributor. Distributor kemudian akan mempekerjakan distributor lain untuk bekerja di bawah mereka, dll. Pada dasarnya, akan ada piramida yang terdiri dari perekrut dan distributor. MLM hampir mirip dengan skema piramida, hanya saja penekanannya pada menjual produk, bukan merekrut anggota. Skema piramida dalam MLM terjadi karena dalam bisnis ini seseorang dapat menerima anggota sebagai penjual yang disebut juga dengan “downline”. Di Indonesia, praktik bisnis skema piramida adalah ilegal atau dilarang. Namun, karena MLM dianggap sebagai usaha yang lebih menitikberatkan pada penjualan barang dan bukan pada perekrutan anggota, maka usaha tersebut legal atau diperbolehkan. Area abu-abu ini, yang hampir bersinggungan, menyebabkan beberapa orang terkadang terjebak dan fokus pada perekrutan daripada menjual produk untuk menarik bonus besar jika mereka memiliki banyak jalur aktif.

2. MLM yang lebih fokus pada rekrutmen tidak akan bertahan lama

MLM menghasilkan keuntungan yang signifikan dengan memastikan aliran dana yang stabil dari anggota baru yang mengirim uang ke lini mereka. Meski kebanyakan MLM mengklaim bahwa bisnisnya berasal dari menjual produk, masih banyak yang lebih fokus pada rekrutmen. Namun, model terakhir ini tentu salah karena terbatasnya jumlah manusia di Bumi. Misalnya, jika di bumi hanya ada 5 orang dan salah satunya menerima orang lain untuk bergabung. Anggota baru kemudian akan merekrut lebih banyak orang hingga mereka akhirnya menjadi orang terakhir di Bumi. Ketika semua orang bergabung, skema ini tidak dapat dilanjutkan karena setiap orang yang menerima sudah menjadi anggota. Tidak ada orang lain yang akan melawan atau membeli produk selain diri mereka sendiri.

Dalam situasi ini, pasar akan penuh dengan orang yang mencoba menjual hal yang sama. Yang di bawah akan jatuh, sedangkan yang di atas masih akan mendapatkan keuntungan dari mengumpulkan komisi dan biaya dari garis bawah.

3. Sasaran MLM adalah mereka yang paling rentan di masyarakat

Sasaran bisnis di MLM ini adalah mereka yang rentan dan takut tidak punya apa-apa untuk ditinggali. Misalnya saja mahasiswa yang sering membutuhkan uang untuk membayar SPP atau sekedar mendapatkan uang jajan tambahan. Bagi mereka yang berada dalam situasi sulit seperti itu, MLM tampaknya menjadi solusi yang diperlukan. MLM berfokus pada kaum muda untuk menjadi anggota atau distributor dengan menampilkan kaum muda sukses melalui mobil, jet atau liburan mewah mereka. Suatu hal yang sangat melamun, terutama di zaman modern ini.

4. Taktik perekrutan yang lemah

Anggota dijanjikan bonus atau prestasi jika berhasil mendapatkan anggota. Mereka akan melakukan segalanya untuk mendapatkan orang baru. Namun terkadang jalan yang salah dapat menyebabkan hubungan teman atau keluarga menjadi lembut. Strategi pertama adalah mengatur pertemuan rutin agar anggota tetap bersemangat dalam merekrut anggota baru. Terkadang ada “presentasi” pada pertemuan ini untuk “mencari” anggota baru. Mereka yang bergabung dianggap orang-orang terampil yang mau berjuang demi masa depan yang lebih baik. Yang tidak mau gabung dianggap buang-buang kesempatan, malas atau sejenisnya.

Terkadang ada teman yang sudah lama tidak bertemu atau bahkan dihubungi. Namun tiba-tiba dia menghubungi atau datang ke rumah tersebut, namun ternyata menjanjikan. Dengan cara ini, persahabatan yang tegang kemudian terjalin.

5. Meski kontroversi, MLM terus berkembang

Berkat proses rekrutmen yang terus menerus dengan berbagai taktik, perusahaan MLM terus mendapatkan anggota baru. Para anggota ini percaya bahwa bekerja dengan perusahaan ini akan memberi mereka kebebasan finansial. Apalagi dengan daya pikat siapa saja yang bisa mengerjakan atau bekerja dari rumah.

Meskipun di MLM tidak mungkin menghasilkan uang kecuali Anda berada di atas, orang masih tertarik untuk memasuki bisnis ini.

6. Banyak orang mempertanyakan keamanan produk yang dijual

Beberapa produk kesehatan yang dijual oleh MLM seringkali dipertanyakan karena alasan keamanan. Pasalnya, produk tersebut konon memberikan hasil yang ajaib, seperti penurunan berat badan atau pengobatan penyakit. Dalam beberapa kasus, produk yang dijual memiliki lisensi dan diakui oleh badan kesehatan pemerintah. Namun, produk tersebut dijual oleh distributor yang tidak memiliki pengalaman atau kualifikasi untuk melakukan klaim kesehatan.

Bisnis apa pun seperti Forever Healthy Indonesia, selama metode ini bagus dan Anda tidak memiliki keraguan tentang orang lain, itu benar-benar baik-baik saja. Oleh karena itu, jika Anda memang ingin terlibat dalam MLM, perhatikan kondisinya atau apakah bisnis ini akan merugikan orang lain. Karena nutrisi yang didapat dengan cara yang lebih baik justru yang akan lebih bermanfaat bagi kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *