Cara Mengelola Budidaya Sawit Di Lahan Gambut

Socialgoodpodcast –¬†Indonesia memiliki perkebunan kelapa sawit yang terbentang luas dari pulau Sumatera hingga Sulawesi. Perkebunan kelapa sawit di Indonesia ini nyaris seluruhnya berada di atas lahan gambut. Dari sisi ekonomi dan ekologi, lahan gambut memiliki peran yang sangat penting. Sebab, di lahan gambut terdapat keanekaragaman hayati dan populasi yang dilindungi.

Lahan gambut yang bisa dijadikan sebagai areal penanaman kelapa sawit hanyalah lahan yang terdegradasi. Sementara, untuk hutan sendiri, lahan gambut tetap dijadikan sebagai hutan gambut. Ditetapkannya hal tersebut bertujuan agar dapat mengurangi kemarau dan gas emisi rumah kaca yang tinggi akibat areal perkebunan yang dibuka dengan cara membakar dan merusak ekosistem.

Budidaya Sawit Di Lahan Gambut

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai budidaya sawit di lahan gambut.

1. Penyesuaian Lahan

Proses perawatan serta pengelolaan kebun yang baik menjadi faktor penting dalam keberhasilan perkebunan sawit. Pada lahan sendiri, poin-poin seperti kedalaman lapisan pirit, kematangan tanah gambut, serta frekuensi dan lama genangan menjadi faktor penting yang memengaruhi keberhasilan perkebunan kelapa sawit. Ujung tombak keberhasilan pengairan di areal gambut tergantung pada manajemen pengairan yang baik.

2. Pembukaan Lahan

Lahan perkebunan yang cukup kering akan mudah menyebabkan kebakaran dan kekeringan saat kemarau. Sehingga, metode zero burning atau pembukaan lahan tanpa proses pembakaran sangat perlu diperhatikan. Unsur hara yang ada pada bahan organik akan berkurang jika Anda melakukan pembakaran secara sembarang.

Budidaya sawit di lahan gambut yang diawali dengan pembakaran juga dapat menyebabkan kualitas perkebunan jadi tidak baik. Selain itu, pembakaran lahan gambut juga bisa berdampak pada kesehatan manusia, bahkan hingga mengganggu ekonomi warga sekitar.

3. Manajemen Air

Pertahankan pengaturan permukaan air pada 50 hingga 75 cm. Hal itu untuk mencegah akumulasi garam, terjadinya oksidasi pirit, serta kekeringan di musim kemarau. Selain itu, manajemen air di lahan gambut seperti pembuatan benteng berfungsi untuk menahan air pasang. Pintu air yang ada juga bisa menahan air pasang serta mempertahankan muka air.

4. Pemadatan Gambut

Pemadatan gambut penting dilakukan agar tanah dapat menopang tanaman dengan baik. Tanah yang padat tidak akan menyebabkan tanaman condong (doyong).

5. Pembangunan dan Peningkatan Kualitas Jalan

Dalam proses ini dilakukan penimbunan tanah mineral 20 hingga 30 cm, pemadatan dan perataan, serta pengerasan lahan dengan kerikil atau batu dan pasir.

6. Pelaksanaan Kultur Teknis yang Baik

Dalam budidaya sawit di lahan gambut, Anda perlu memperhatikan upaya untuk pengendalian gulma, hama dan penyakit, mengendalikan produksi, perbaikan kualitas panen, pemeliharaan jalan, serta perawatan sarana saat panen.

7. Pemupukan

Dalam pengelolaan sawit di areal gambut, Anda tak hanya memerlukan pupuk kimia untuk produksi, tetapi juga penggunaan pupuk organik untuk mengikat sejumlah unsur tanah.

8. Pengawasan Terhadap Titik Api

Anda perlu memperhatikan dan melakukan antisipasi terhadap musim kemarau yang dapat memicu kekeringan perkebunan sawit di atas areal gambut. Salah satunya dengan cara mendirikan menara yang berfungsi untuk memantau titik api yang muncul. Selain itu juga Anda perlu membuat marka tingkat bahaya api serta organisasi untuk mengendalikan bertambahnya titik api.

Demikianlah beberapa hal yang harus diperhatikan dan merupakan acuan yang sangat penting bagi Anda sebelum memulai proses budidaya sawit di lahan gambut. Cara mengelola serta mengembangkan perkebunan dengan baik tanpa merugikan pihak mana pun menjadi kunci suksesnya perkebunan kelapa sawit. Semoga artikel ini bermanfaat.

Cara Budidaya Anggrek Dengan Arang

Cara Budidaya Anggrek Dengan Arang – Hari ini Socialgoodpodcast akan membahas mengenai artikel seputar perkebunan, yaitu mengenai budidaya anggrek menggunakan arang.

Bunga anggrek merupakan bunga kebanggan bagi Indonesia dan menjadikan bunga ini sebagai Bunga Puspa Pesona. Bunga anggrek menjadi salah satu bunga hias yang keindahannya sudah tidak diragukan lagi. Di Indonesia tersebar bunga anggrek dengan berbagai jenis yang bentuk dan warnanya menarik.

Pesona bunga anggrek yang tidak pernah lekang oleh waktu membuat jenis bunga bangsa ini dibudidayakan. Bahkan beberapa jenis bunga anggrek yang termasuk langka seperti anggrek hitam dari Papua dapat dibudidayakan dan harganya cukup mahal. Untuk membudidayakan bunga anggrek membutuhkan keahlian agar dapat tumbuh dan berbunga dengan baik.

Cara Budidaya Anggrek Yang Baik Dan Benar

Salah satu yang harus diperhatikan ketika melakukan budidaya anggrek adalah media tanamnya. Yang sering dipakai sebagai media tanam untuk bunga anggrek adalah sekam dan arang. Arang hitam dapat menjadi salah satu media tanam untuk budidaya anggrek. Media arang sangat murah dan dapat digunakan untuk budidaya semua jenis anggrek.

Cara budidaya tanaman anggrek di dalam media arang tidak sulit dan sangat simpel. Medianya mudah diperoleh dan harganya juga relatif cukup murah. Media arang ini dibuat dari batang kayu yang dibakar hingga menghitam. Meskipun media tanam arang mudah dan simpel namun ada beberapa tips agar budidaya tanaman anggrek berhasil dan berbunga lebat.

1. Mempersiapkan Peralatan

Sebelum melakukan budidaya anggrek maka yang pertama harus dilakukan adalah mempersiapkan peralatan. Peralatan yang dibutuhkan adalah pot, arang, batu bata pecahan, pupuk growmore kadar Nitrogen yang tinggi dan handsprayer. Agar budidaya tanaman anggrek dapat tumbuh dengan baik maka dipersiapkan pula rumah jaring. Rumah jaring ini untuk menghalangi sinar matahari yang terlalu berlebihan.

2. Mempersiapkan Bibit

Bibit anggrek yang akan dibudidayakan dipilih jenisnya. Jika ingin jenis anggrek yang banyak disukai yaitu anggrek bulan. Untuk memperoleh budidaya yang bagus maka sebaiknya memilih bibit unggulan yang disebut sebagai bibit kompot. Bibit kompot ini lebih mudah dibudidayakan dan aman saat dipindahkan media tanam.

3. Proses Penanaman

Proses ini terdiri dari pemindahan yang disebut sebagai proses aklimatisasi. Media tanam arang dan batu bata disterilkan dulu dengan cara direbus dan dikeringkan. Batu bata dimasukkan dulu ke dalam pot sekitar 1/3 bagian baru dimasukkan media arang. Bibit dipindahkan ke media tanam dan perhatikan agar akarnya tetap utuh. Tetapi sebelumnya direndam dalam cairan fungisida dan dikeringkan.

Masukkan tanaman bibit yang menjadi budidaya anggrek ke dalam pot berisi media tanam. Penanaman tanaman anggrek harus tegak sempurna agar pertumbuhannya bagus. Sebaiknya proses pemindahan ke media tanam ini dilakukan saat sore hari. Di saat inilah kemungkinan tanaman anggrek hidup lebih besar.

4. Penyiraman

Setelah proses pemindahan media tanam maka penyiraman yang pertama kali pada 5 hari kemudian. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari secara rutin menggunakan handsprayer secukupnya di bagian daun dan media tanamnya.

5. Pemupukan

Pupuk yang dipakai adalah berbentuk cair dengan kandungan nitrogen berkadar tinggi. Pupuk cair ini harus dilarutkan terlebih dahulu di dalam air dan disemprotkan menggunakan handsprayer.

6. Mengendalikan Penyakit dan Hama

Hama yang menyerang tanaman anggrek dapat membuat tanaman membusuk dan tidak dapat berbunga. Perhatikan pula saat musim penghujan yang akan menyebabkan daun dan akar anggrek cepat membusuk. Untuk mencegah adanya hama penyakit ini harus rajin memberikan bakterisida dan fungisida.

Cara budidaya anggrek di media tanam arang sangat simpel dan mudah. Yang paling penting diperhatikan dalam budidaya tanaman anggrek ini adalah kadar air dan hama. Jenis bunga anggrek dengan berbagai jenis di Indonesia harus dibudidayakan sebagai bunga pesona bangsa ciri khas bangsa.