Cara Memilih Kelinci Bibit Untuk Ternak

Cara memilih kelinci bibit

Socialgoodpodcast – Kelinci menjadi salah satu hewan yang dipelihara sebagai ternak. Kelinci diternakkan untuk dapat diambil dagingnya atau dipelihara sebagai kelinci hias. Hewan berbulu ini memiliki jenis yang bermacam-macam. Pada setiap jenisnya memiliki ciri khas yang berbeda pula. Kelinci yang diambil dagingnya dan kelinci hias tidak sama jenisnya.

Bulunya yang berwarna putih halus dan tingkahnya yang menggemaskan menjadikan hewan ini disukai untuk dipelihara sebagai kelinci hias. Jenis yang cocok sebagai kelinci hias yaitu Kelinci American Chinchilla, Kelinci Angora dan Kelinci Rex. Ketiga jenis kelinci tersebut mempunyai jenis bulu yang sangat bagus dan cenderung lebih lebat dan halus.

Sedangkan kelinci yang diambil dagingnya adalah jenis Belgian, New Zealand, Havana, Flemish Giant, Californian dan Himalayan. Kelinci dengan jenis tersebut rasa daging lezat. Daging kelinci mengandung nutrisi yang bagus dan memang rasanya cukup lezat. Sering dimasak sebagai sate kelinci atau rica-rica. Oleh karena itu memilih kelinci bibit penting agar memperoleh daging kelinci yang berkualitas.

Pemilihan bibit kelinci yang baik akan dapat mempengaruhi hasil ternaknya nanti. Peternak kelinci yang memiliki bibit berkualitas akan menghasilkan keturunan yang berkualitas pula. Mencari bibit kelinci yang baik dan berkualitas memang tidak mudah tetapi harus agar menguntungkan bagi peternak. Berikut yang harus diperhatikan saat memilih bibit kelinci berkualitas.

Cara Merawat Kelinci Yang Benar

Kesehatan Kelinci

Kelinci yang sehat merupakan syarat mutlak sebagai bibit agar memperoleh keturunan yang juga sehat. Kelinci yang sehat ditandai dari gerakannya yang aktif, lincah dan gesit. Untuk penampilan fisiknya dapat terlihat dari tubuhnya yang tegap, kaki tidak bengkok, fisik yang kokoh dan telinga tegak. Pada bulunya terlihat mengkilap, lebat dan tidak rontok. Jika dilihat pada bola matanya tampak bersinar.

Saat memilih kelinci bibit yang akan dipakai untuk ternak sebagai kelinci hias maupun diambil dagingnya maka syarat tersebut mutlak. Sebelum menentukan bibit kelinci harus memperhatikan kesehatan dari kelinci tersebut. Karena kelinci yang sehat tersebut akan dapat bereproduksi dengan baik sesuai dengan harapan.

Umur Kelinci

Kelinci yang akan dipakai sebagai bibit harus memiliki umur sekitar 35 hari atau 60 hari. Kelinci yang berumur kurang dari 35 hari biasanya masih membutuhkan menyusui dari induknya. Jika dipaksa untuk dipisahkan maka cenderung lebih rentan untuk mati. Sehingga lebih baik memilih bibit kelinci yang telah berumur lebih dari 35 hari.

Memilih kelinci bibit yang baik harus sesuai dengan umurnya. Jika memilih yang masih berumur terlalu muda rentan mati karena masih dipaksa terpisah dari induknya. Sedangkan jika terlalu tua maka sudah sulut untuk bereproduksi sehingga kurang cocok sebagai ternak. Kelinci yang dipakai sebagai bibit harus dipilih yang usia reproduksi.

Kemampuan Reproduksi Kelinci

Reproduksi yang baik dari kelinci menjadi keinginan bagi peternak kelinci. Ada jenis kelinci yang hanya memiliki 2 anak saja tetapi ada pula yang dapat memiliki anak hingga 10. Hasil reproduksi kelinci tersebut dipengaruhi dari jenis, keturunan, kondisi lingkungan dan kesehatan. Tetapi paling ideal untuk bibit adalah kelinci yang menghasilkan 8 anak.

Kelinci dengan anak yang terlalu banyak tidak akan dapat mengasuh anaknya secara maksimal karena harus menyusui dari induknya. Sedangkan jika kelinci yang anaknya sedikit dapat membuat peternak merugi.

Cek juga: Fakta unik kelinci

Memilih kelinci bibit yang dipakai sebagai ternak harus sesuai dengan syarat-syarat seperti di atas. Pemilihan jenis kelinci juga diperhatikan, apakah jenis kelinci hias atau kelinci pedaging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *